Tue. Apr 23rd, 2024
Perjalanan Riwayat Perkembangan Teknologi Radio Komunikasi

Perjalanan Riwayat Perkembangan Teknologi Radio Komunikasi

Perjalanan Riwayat Perkembangan Teknologi Radio Komunikasi – Radio merupakan salah satu media massa elektronik tertua. Dan menjadi bagian penting dalam petualangan sejarah Kemajuan teknologi komunikasi dan asal usul perkembangan alat komunikasi.

Selanjutnya radio juga menelusuri silsilah media massa seperti surat kabar, majalah, televisi, dan lain-lain. Karakteristik media massa dan karakteristik media penyiaran yang melekat pada radio. Menjadikannya salah satu media komunikasi pilihan dalam membantu penyampaian pesan secara cepat dan simultan sejak awal berdirinya.

Perjalanan Riwayat Perkembangan Teknologi Radio Komunikasi

Maraknya berbagai media baru atau new media beserta ciri-ciri media barunya. Sebagaimana dijelaskan dalam teori media baru, teori media baru, atau teori media baru. Menurut para ahli tidak menyurutkan minat khalayak pendengar. Untuk terus menggunakan radio sebagai media komunikasi, Media informasi, dan media hiburan yang berarti bagi mereka.

Berlandaskan hasil survei yang dilakukan Nielsen Radio Audience Measurement pada tahun 2016 di 11 kota besar di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah pendengar radio di Indonesia mencapai 20 juta pendengar dengan tingkat penetrasi sebesar 38 persen. Hasil survei menunjukkan bahwa kehadiran radio masih mempunyai tempat tersendiri di hati pendengar setianya di Indonesia.

Hadirnya berbagai media komunikasi modern akibat berkembangnya internet sebagai media komunikasi tidak menghalangi pendengar untuk terus menikmati siaran radio. Kini radio dapat didengarkan melalui smartphone atau komputer dengan menggunakan jaringan internet. Tercatat, tonggak sejarah radio dunia dimulai pada tahun 1920 di Negeri Paman Sam alias Amerika Serikat.

Sejarah radio di Indonesia sendiri dimulai 5 (lima) tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 16 Juli 1925. Sejarah radio di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan Radio Republik Indonesia saja. Seperti halnya sejarah pertelevisian di Indonesia. Sejarah radio di Indonesia juga tidak terhindar dari cerita pertumbuhan radio swasta nasional yang turut berperan besar mengiringi perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga saat ini.

Bagaimana sebenarnya sejarah radio di Indonesia? Berikut ini uraian singkatnya

1. Masa Kolonial Belanda

Seperti telah disebutkan di atas, awal mula cerita di radio Indonesia dimulai pada masa penguasaan Belanda. Pada masa ini, Belanda dibingungkan dengan berbagai peristiwa besar yang mengobarkan semangat nasionalisme di kalangan pribumi, yakni dengan berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 dan gerakan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.

Indonesia yang pada masa itu masih berjulukan Hindia Belanda membangun radio siaran pertama pada tanggal 16 Juli 1925 dengan nama Bataviase Radio Vereniging atau BRV di Batavia atau Jakarta dahulu. Pada masa penjajahan Belanda, stasiun-stasiun radio yang beroperasi adalah milik swasta.

2. Masa Kolonial Jepang

Masa penjajahan Jepang di Indonesia berlangsung selama kurang lebih tiga setengah tahun. Saat itu, pemerintah menguasai seluruh radio siaran swasta yang ada. Berbagai program siaran diarahkan untuk membentuk propaganda perang Asia Timur Raya. Pada masa ini juga berlangsung pergantian yang sangat signifikan terkait bahan siaran. Pada masa dijajah Jepang jatah laporan sosial budaya mendapat porsi materi siaran yang paling besar. Hal ini berdampak positif bagi perkembangan kebudayaan di Indonesia dan melahirkan seniman dan pencipta lagu.

3. Masa Kemerdekaan

Tanggal 14 Agustus 1945 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal tersebut Jepang menyerah tanpa syarat kepada tentara Sekutu. Momentum ini tidak disia-siakan oleh para pemuda masa itu yang menculik dan memaksa Karno dan Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Karno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di sini radio siaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyebarkan isi Teks Proklamasi kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia.

Kemudian, pada tanggal 10 September 1945 para pemimpin radio se-Jawa mengadakan pertemuan di Jakarta untuk membahas organisasi radio. Sehari kemudian, tepatnya tanggal 11 September 1945, para pemimpin radio sepakat untuk mendirikan organisasi radio dan menjadikannya Hari Radio Republik Indonesia.

Kemudian pada tanggal 12-13 Januari 1946 diadakan Konferensi Radio di Surakarta yang dilatarbelakangi oleh keadaan Negara khususnya ibu kota Jakarta yang tidak kemungkinan untuk melaksanakan roda pemerintahan. Pertemuan Radio yang ditampilkan dari  perwakilan (delapan) 8  studio RRI tersebut menciptakan kepastian bahwa Radio Republik Indonesia berstatus Kantor Pemerintah dan berada di bawah Kementerian Penerangan serta wajib menjalankan politik Pemerintahan.

4. Masa Orde Baru Dan Orde Lama 

Masa Orde Lama radio berita dilaksanakan seluruhnya oleh Pemerintah yaitu RRI atau Radio Republik Indonesia. Pada masa awal Orde Baru, radio siaran swasta mulai tumbuh di Indonesia. Yang keberadaannya mengikuti berbagai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Payung hukum keberadaan radio siaran swasta nasional Indonesia mengacu pada Peraturan. Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 1970 tentang Radio Siaran Non Pemerintah. Dikutip dari laman radio PRSSNI disebutkan, PP tersebut diatur mengenai fungsi, hak, kewajiban, dan tanggung jawab radio siaran, syarat-syarat penyelenggaraannya, perizinan, dan pengawasannya.

Pada tanggal 16-17 Desember 1974 diadakan Kongres Pertama Radio Siaran Swasta di Indonesia di Jakarta yang dihadiri oleh perwakilan 173 radio siaran swasta dari 34 kota di 12 provinsi di Indonesia. Kongres tersebut menghasilkan terbentuknya organisasi radio siaran swasta di Indonesia yang disebut Persatuan Radio Penyiaran Swasta Indonesia atau PRSSNI. Kemudian pada tahun 1983 diadakan Munas PRSSNI yang keempat di Bandung dan menghasilkan keputusan untuk mengganti istilah “Niaga” dengan “Nasional”. Sehingga PRSSNI menjadi Persatuan Rjikalauadio Siaran Swasta Nasional Indonesia.

5. Masa Reformasi sampai sekarang

Sebelum Orde Reformasi lahir, sesuai dengan sistem komunikasi Indonesia dan sistem jurnalistik yang dianut di Indonesia saat itu, berbagai program jurnalisme radio atau jurnalisme radio dilaksanakan seluruhnya oleh Radio Republik Indonesia. Siaran radio swasta hanya bertindak sebagai sarana hiburan yaitu dengan memutar radio, memainkan lagu, dan lain-lain. Pada jaman reformasi, radio juga tidak luput dari peralihan peran. Jikalau awal mulanya radio hanya bertekun sebagai media hiburan, maka seiring dengan terbukanya keran, kebebasan berekspresi, dan kebebasan pers maka tugas radio mulai beralih tidak hanya selaku sarana hiburan tetapi juga seperti sarana informasi. Berbagai macam berita disajikan dan dikemas sesuai dengan kode etik jurnalis yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, radio sebagai media massa juga mempunyai fungsi utama media massa, yaitu memberikan informasi, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi khalayak pendengarnya.

By admin