Tue. Apr 23rd, 2024
Sejarah Teknologi Yang Menghasilkan Peralatan Gelombang Radio

Sejarah Teknologi Yang Menghasilkan Peralatan Gelombang Radio

Sejarah Teknologi Yang Menghasilkan Peralatan Gelombang Radio – Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data.

Yang berkesinambungan baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal ini disebut analog. Selanjutnya seiring dengan perkembangan teknologi ditemukanlah internet. Dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio.

Sejarah Teknologi Yang Menghasilkan Peralatan Gelombang Radio

Rata-rata pengguna awal radio adalah kalangan maritim yang menggunakan radio. Untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode Morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang. Yang memata-matai armada Rusia selama Perang Tsushima pada tahun 1901.

Salah satu kegunaannya yang paling berkesan adalah tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912. Termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dan kapal-kapal di dekatnya dan komunikasi ke stasiun bumi. Radio digunakan untuk mengirimkan komando dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua sisi dalam Perang Dunia II.

Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya diputus oleh Inggris. Amerika Serikat mengirimkan Program 14 Poin Presiden Woodrow Wilson melalui radio ke Jerman selama perang. Penyiaran mulai dapat dilakukan pada tahun 1920-an. Dengan popularitas radio terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

Selain penyiaran siaran point-to-point termasuk telepon dan siaran ulang program radio. Menjadi populer pada tahun 1920-an dan 1930-an. Penggunaan radio pada periode sebelum perang adalah untuk mengembangkan deteksi dan lokasi pesawat dan kapal dengan penggunaan radar.

Sekarang radio memiliki banyak bentuk termasuk jaringan nirkabel, segala jenis komunikasi seluler, dan juga siaran radio. Sebelum televisi populer, siaran radio komersial mencakup drama, komedi, berbagai acara, dan banyak hiburan lainnya. Bukan hanya berita dan musik.

Radio AM

Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja berdasarkan prinsip modulasi gelombang radio dan gelombang audio. Kedua gelombang ini sama-sama mempunyai amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan amplitudo gelombang audio.

Pada tahun 1896 ilmuwan Italia Guglielmo Marconi mendapat paten untuk telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Saat itu sinyal ini hanya bisa dikirim dalam jarak dekat. Namun hal inilah yang mengawali berkembangnya teknologi radio. Pada tahun 1897 Marconi menerbitkan kembali penemuannya bahwa sinyal nirkabel dapat ditransmisikan dalam jarak yang lebih jauh (12 mil). Selanjutnya pada tahun 1899 Marconi berhasil menjalin komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris melalui Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla.

John Ambrose Fleming pada tahun 1904 menemukan bahwa tabung audio dapat digunakan sebagai penerima nirkabel untuk teknologi radio ini. Dua tahun kemudian Dr. Lee deForest menemukan tabung elektron yang terdiri dari tiga elemen (triode audion). Penemuan ini memungkinkan gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel.

Penggunaan Radio AM

Namun sinyal yang ditangkap masih sangat lemah. Baru pada tahun 1912 Edwin Howard Armstrong menemukan penguat gelombang radio yang disebut juga penguat radio. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung. Dengan begitu kekuatan sinyal akan meningkat 20.000 kali per detik.

Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat sehingga bisa langsung didengarkan tanpa menggunakan earphone. Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih efisien dibandingkan alat-alat sebelumnya. Namun demikian, paten untuk amplifier tersebut diberikan kepada Dr. Lee Deforest. Hingga saat ini amplifier radio masih menjadi teknologi inti pada pesawat radio.

Awalnya penggunaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden. Dia membuat siaran radio pertama dengan suara manusia pada tanggal 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Pulau Cobb ke Arlington, Virginia) Saat ini radio AM tidak banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suaranya yang buruk.

Radio FM

Radio FM (frekuensi modulasi) cara kerjanya mirip dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (konduktor) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan frekuensi.

Ketika radio AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah radio lainnya terletak pada jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersamaan dengan gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan terhadap gangguan cuaca.

Pada akhir tahun 1920-an Armstrong mulai bereksperimen dengan modulasi yang amplitudo gelombang penghantar (radio) dijaga konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara lebih jernih, dan tidak terganggu oleh cuaca buruk.

Sayangnya, teknologi ini belum tentu digunakan secara massal. Depresi ekonomi pada tahun 1930-an menyebabkan industri radio enggan mengadopsi sistem baru ini karena memerlukan penggantian pemancar dan penerima yang mahal. Baru pada tahun 1940 Armstrong mampu mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biaya sendiri.

Dua tahun kemudian Komisi Komunikasi Federal (FCC) mengalokasikan beberapa frekuensi untuk stasiun radio FM milik Armstrong. Butuh waktu lama agar modulasi frekuensi menjadi sistem yang banyak digunakan. Selain itu, hak paten juga tidak pernah diperoleh Armstrong.

Frustrasi dengan kesulitan dalam memperjuangkan sistem FM, Armstrong secara tragis mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Beruntung istrinya kemudian berhasil memperjuangkan hak Armstrong atas penemuannya. Baru pada akhir tahun 1960an FM menjadi sistem yang benar-benar mapan. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di Amerika, FM menjadi pendukung gelombang mikro, pada akhirnya FM benar-benar diakui sebagai sistem yang unggul di berbagai bidang komunikasi.

By admin